Kimetsu no yaiba

Kimetsu no yaiba
Gambar Anime

Rabu, 12 Februari 2020

cerpen



TEMAN ATAU SAHABAT
Kenalin nama aku Salma Adillah, aku sekarang duduk bangku sekolah menengah atas salah satu sekolah negri yang berada dekat tempat tinggalku. Aku akrab dipanggil dengan sebutan yang beragam apapun itu buat aku tidak masalah selagi tidak negatif. Aku tinggal bersama nenek dan adik ku di kampung tempat kami tinggal, ayah dan ibuku berada di kota bandung karena mereka harus bekerja.
Dari kecil aku dijuluki sebagai wanita tomboy, karena ya memang benar aku sejak kecil lebih sering bermain  bersama laki-laki daripada bermain bersama perempuan. Nggak tau kenapa lebih seru aja main sama laki-laki nggak rese dan nggak julit juga. Bahkan penampilan ku sama seperti laki-laki tapi untung nya tidak separah itu. Maka dari itu mainan masakecilku kebanyakan mobil mobilan dan robot.
Oh iya sejak kecil aku selalu di temani ketiga teman kecilku, yaitu fahmi dan ridwan. Memang tidak hanya mereka, masih banyak juga yang lain tapi paling sering saya menghabiskan waktu bersama mereka. Dan ini menjadi salah satu alasan kenapa aku menjadi wanita tomboy. kami satu sekolah dari tk sampai  smp, hingga saat itu kami menjadi jarang bertemu dan kumpul bersama karena sudah mulai mempunyai dunianya sendiri.
Sejak aku masuk bangku smp aku selalu memikirkan apasih bedanya teman sama sahabat? Dan apakah arti sahabat itu? Dari situ aku mulai mencaritahu pertanyaan yang terus menghampiri di otak kecilku. Dan pada saat itu pula aku mempunyai teman yah bisa dibilang teman dekat kita berteman baik dan tidak ada masalah sejak saat itu. Aku mulai berpikir apakah mereka teman yang baik buat ku. Kita juga sering bermain bersama ketika libur sekolah.
Aku orang nya welcome yah sah sah saja jika ada yang ingin berteman denganku asalkan kita pandai pandai jaga diri. Hingga saat itu Pada hari sabtu di sekolah teman ku mengajak ku untuk memasak dirumah temanku. “sal besok masak yo di rumah si fani” kata temanku.   “ ayo mau jam berapa, ehh sama siapa aja”. “ agak siang, biasalah mau siapa lagi” kata temanku sambil memukul pundak ku. “oh yaudah ayo”.
Sebenarnya aku agak males sih karena mereka keseringan suka nggak bawa motor masing-masing, datang sama orang lain pulangnya pasti minta antar mana rumahnya pada jauh-jauh lagi tapi yaudah lah yah abis nya mau gimana lagi aku juga selalu mengalah. Keesokan harinya kita udah berkumpul dan mulai memasak ternyata teman ku yang lain membawa pasangannya masing masing terpaksa aku bersama si fani yang punya rumah memasak berdua dan yang lainnya malah asik sendiri dari sana aku mulai merasa kesal tapi yaudahlah.
Selesainya memasak dan makan waktu udah menunjukan pukul 05.00 dan itu sudah sore. Ketika aku mau pulang duluan aku dipaksa mengantarkan teman ku. “gue pulang duluan yah”. “ehh mau kemana lu anterin dulu pulang dong”. “yah kesorean ni kan rumah lu jauh”. “cepetan dong masa sama temen gitu sebentar”. Terpaksa aku harus mengantarkan mereka pulang karena dipikiran aku udahlah sebentar ini bakalan keburu pulang magrib. Ditengah jalan mereka mengajak ku kelimbangan dulu untuk bertemu dengan temannya. “ini ada telfon dari si gita kelimbangan dulu katnya” kata temanku di motor. “gak mau ah ngapain sore ni mana rumah kalian jauh” kataku menolak permintaanya. Pada saat itu permintaan mereka aku turuti karena aku hanya bisa mengalah. Udah sore kesorean lagi mana rumahnya jauh.
Dan hingga pada akhirnya aku pulang kesorean banget banget malah adzan magrib aku masih diperjalanan pulang sendiri, perjalanan jauh mana bensin kosong aku sangat kepanikan sekali. Sampainya aku di tempat tinggalku ternyata orang-orang rumah sudah mencariku dan mengkhawatirkan ku. Al hasil datang kerumah aku dimarahi habis habisan oleh nenek ku “darimana aja kamu, kayak yang nggak tau waktu aja sekalian jangan pulang lagi ke rumah”kata nenek ku sambil membentak. Pada saat itu pula aku merasa enggan diajak bermain lagi bersama mereka aku sangat kapok sekali.
Aku berpikir ternyata mereka bukan teman yang baik bagi aku. Aku terus mencari teka teki yang ada dipikiranku. Hingga pada akhirnya aku berteman dengan salah satu kakak kelas kebetulan satu organisasi pula dengan ku. Kita mulai berkenalan dan mulai akrab, dia orangnya sangat baik dan aku juga merasa nyaman berteman dengannya. Dia selalu mengerti keadaan ku dan perasaan dan tidak hanya datang saat senang tidak seperti yang sudah sudah.
Ternyata begini rasanya punya teman dekat bahkan bukan hanya teman dekat dia juga sudah merasa aku anggap kakak sendiri. Pertanyaan ku mulai terjawab ternyata teman dengan sahabat itu memanglah berbeda sangat jauh teman adalah mereka yang hanya menemani dan tidak lebih dari itu. Sedangkan sahabat mereka bukan hanya teman mereka melebihi sebuah pertemanan dan selalu ada di kala senang atau susah. Pandai pandailah bergaul dengan teman dan jangan gampang terbawa bawa oleh hal negatif.